Postingan

Lirik Angin Jiwa - Patricia Tiara

Hai , benar kamu angin jiwaku setiaku , manis , romantisku yang selalu ada di mana jiwaku ini akan berjalan kemana hai , apa kabar angin jiwaku kau selalu membuatku bahagia dibuatnya jiwa ini tersenyum riang jiwaku tergoda parasnya Reff : Kau memang benar , Angin Jiwaku Ku Sungguh mengenalmu walau kita sudah lama tak saling berjumpa jika Tak Benar , yang aku kira maafkan aku angin jiwa ku

hasil

semua kata kata yang berawal dari kata positif belum tentu menjadi hasil yang positif, semua ucapan yang di ucap dengan nada halus belum tentu berakhir halus, semua berakhir dengan kekacauan , keputusan asaan , dan cita cita ku berakhir disini

perpisahan

apa arti pisah? jauh?dekat?berpencar? apakah ada yang dapat mengartikan kata pisah secara lengkap? apa maksud dari kata pisah? sadarkah dulu , sebelum berpisah pasti ada kata aku tidak mau lagi menemui muka nya , sudah muak ku melihat nya, tapi ada juga yang bilang aku tidak ingin berpisah dari mu semua kata yang di lonta

pertama kali

Hari ini Pertama kali ku betatap muka dengan mu Pertama kali ku kenal mu  Pertama kali melaksanakan status teman dengan mu Saat itu kau menunjukan kebaikan mu di mata ku Bulan pun mulai maju  Seiring berjalan nya waktu Satu per satu kejelekan mu mulai terlihat  Kejahatan , kelicikan mu mulai menyembul Hari demi hari , bulan demi bulan,  tahun demi tahun Akhirnya kau meresmikan ku sebagai seorang musuh  Perseteruan sunyi kita lewati sampai detik ini tak bosan untuk saling cela - mencela Sampai kiat mu itu terbukti bersalah  Hingga terbukti siapa kah yang salah kaprah ?

berkelana

Kesana... Iya...Kesana kau mencari Mencari kawan ungkap ku Kesini... kau mencari kawan itu kesini? Apa kau sungguh - sungguh mencari kawan itu disini? Mungkin arti kata itu akan terlaksana di kelak nanti Disaat kau sadar kekeliruan yang kau jalani Setelah sifat mu bermetamorfosa menjadi apik lihat ku Sekian dari ungkapan sukma in i

bisa apa ?

kau yang beri harap, kau juga yang menghapusnya, kau yang datang, kau juga yang meninggalkan, awalnya, aku terdiam, walau sukma ini menyuruhku tak diam , tetapi, aku tak berani menumpahkannya, hingga, ku telah terlambat untuk segera menumpahkan nya, kini, aku bisa apa, tanpa dosa kau sudah menghancurkan semesta kita, hancur, ia yang datang ke semesta kita dan merasuk ke sukmamu, tanpa mengetuk rupanya, kini, kau telah besamanya, kini, ku bisa apa, hanya bisa terluka tanpa darah, bisa menangis sambil mendoakan kalian agar semesta kita yang hancur waktu itu tidak terulang lagi, sekian harapan yang ditinggalkan sendiri disini , sambil bermimpi ada harapan yang baru yang akan beradaptasi dengan sukma baru ini.

sudah

terlambat jika disesali sesal jika diakhiri bagaimana cara agar tak terjadi terlambat dan sesal ? baik, aku mundur.