kau yang beri harap, kau juga yang menghapusnya, kau yang datang, kau juga yang meninggalkan, awalnya, aku terdiam, walau sukma ini menyuruhku tak diam , tetapi, aku tak berani menumpahkannya, hingga, ku telah terlambat untuk segera menumpahkan nya, kini, aku bisa apa, tanpa dosa kau sudah menghancurkan semesta kita, hancur, ia yang datang ke semesta kita dan merasuk ke sukmamu, tanpa mengetuk rupanya, kini, kau telah besamanya, kini, ku bisa apa, hanya bisa terluka tanpa darah, bisa menangis sambil mendoakan kalian agar semesta kita yang hancur waktu itu tidak terulang lagi, sekian harapan yang ditinggalkan sendiri disini , sambil bermimpi ada harapan yang baru yang akan beradaptasi dengan sukma baru ini.